Penggunaan Do dan Does: 5 Aturan Wajib Anti Membingungkan

Apakah kamu sering merasa ragu saat merangkai kalimat bahasa Inggris, terutama ketika harus memilih antara do atau does? Tenang saja, kamu tidak sendirian. Hampir semua pemula pernah mengalami kebingungan yang sama.
Memahami penggunaan do dan does adalah salah satu langkah paling krusial dalam belajar grammar bahasa Inggris dasar. Kedua kata ini adalah fondasi utama untuk membangun percakapan sehari-hari yang natural. Jika kamu salah menempatkannya, kalimatmu bisa terdengar janggal di telinga native speaker.
Sebenarnya, aturan bahasa Inggris untuk kedua kata ini sangatlah logis dan konsisten. Dalam artikel ini, kita akan membedah lima aturan wajib yang sangat praktis agar kamu tidak pernah lagi merasa pusing saat membuat kalimat.
Konsep Dasar: Sebagai Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verb)
Sebelum masuk ke aturan, kamu harus tahu bahwa do dan does umumnya bertindak sebagai auxiliary verb atau kata kerja bantu. Mereka hadir untuk “membantu” kata kerja utama dalam membentuk kalimat negatif (TIDAK) dan kalimat interogatif (TANYA).
Keduanya tidak memiliki arti spesifik jika berdiri sebagai kata kerja bantu, melainkan hanya berfungsi sebagai penanda bahwa kalimat tersebut terjadi di masa sekarang (present).
Mari kita bahas 5 aturan baku penggunaan do dan does yang wajib kamu ingat.
5 Aturan Wajib Penggunaan Do dan Does
1. Pasangkan dengan Subjek yang Tepat (Aturan Emas)
Ini adalah aturan paling mutlak. Kamu tidak boleh tertukar dalam memasangkan subjek. Cara menghafalnya sangat mudah dengan membaginya ke dalam dua kelompok:
-
Gunakan DO untuk Subjek Jamak & Orang Pertama/Kedua:I, You, They, We, atau subjek jamak (lebih dari satu, contoh: The students, Budi and Andi).
-
Gunakan DOES untuk Subjek Tunggal Orang Ketiga:He, She, It, atau subjek tunggal (hanya satu, contoh: The cat, Sarah, My father).
2. Gunakan Hanya pada Simple Present Tense
Penggunaan do dan does sebagai kata kerja bantu hanya berlaku dalam Simple Present Tense. Artinya, kalimat tersebut membicarakan kebiasaan (habit), rutinitas, atau fakta yang terjadi saat ini.
Jika kalimat tersebut membicarakan masa lalu (past tense), kamu tidak lagi memakai do/does, melainkan berubah menjadi did untuk semua subjek.
-
Benar (Masa sekarang): She does not eat meat.
-
Benar (Masa lalu): She did not eat meat yesterday.
3. Wajib Hadir di Kalimat Negatif (TIDAK)
Dalam bahasa Indonesia, kita cukup menambahkan kata “tidak” di depan kata kerja (Contoh: Saya tidak tahu). Dalam bahasa Inggris, kamu tidak bisa langsung bilang “I not know”. Kamu wajib menggunakan do not (don’t) atau does not (doesn’t).
-
I do not (don’t) like apples. (Saya tidak suka apel).
-
He does not (doesn’t) play tennis. (Dia tidak bermain tenis).
4. Letakkan di Awal untuk Kalimat Tanya (Yes/No Question)
Saat membuat kalimat tanya yang membutuhkan jawaban Ya atau Tidak, letakkan do atau does di paling depan kalimat, tepat sebelum subjek.
-
Pola: Do/Does + Subjek + Kata Kerja Utama (Verb 1) + Objek?
-
Do you speak English? (Apakah kamu berbicara bahasa Inggris?)
-
Does she work in a hospital? (Apakah dia bekerja di rumah sakit?)
5. Kembalikan Kata Kerja ke Bentuk Dasar (Verb 1)
Aturan kelima ini adalah yang paling sering dilupakan pemula! Jika di dalam kalimat sudah ada does atau doesn’t, maka kata kerja utamanya tidak boleh lagi ditambah akhiran -s atau -es. Huruf ‘s’ tersebut sudah “diambil” oleh kata does.
-
Salah: Does she likes coffee? (Ada dua ‘s’, tidak efisien).
-
Benar: Does she like coffee?
-
Salah: He doesn’t works here.
-
Benar: He doesn’t work here.
Memahami penggunaan do dan does pada aturan kelima ini akan langsung membuat tata bahasamu setara dengan pembelajar tingkat menengah.
Baca juga: [INTERNAL LINK: Tenses Dasar Bahasa Inggris: 5 Cara Cepat Hafal Tanpa Pusing]
Awas Jebakan: Do/Does sebagai Kata Kerja Utama
Satu hal yang sering membuat pusing adalah ketika do dan does bertindak sebagai kata kerja utama yang memiliki arti “melakukan” atau “mengerjakan”.
Contohnya:
-
I do my homework every night. (Saya mengerjakan PR saya setiap malam).
-
She does the laundry on weekends. (Dia mencuci pakaian di akhir pekan).
Lalu, bagaimana jika kalimat di atas diubah menjadi negatif? Kamu harus memasukkan kata kerja bantu sekaligus mempertahankan kata kerja utamanya!
-
I do not do my homework. (Do pertama = bantu, do kedua = mengerjakan).
-
She does not do the laundry. (Does = bantu, do = mengerjakan).
Untuk memverifikasi aturan linguistik yang lebih mendalam seputar auxiliary verbs, kamu selalu bisa merujuk ke kamus tepercaya seperti Cambridge Dictionary.
Contoh Penggunaan dalam Percakapan Sehari-hari
Untuk memantapkan penggunaan do dan does, mari kita lihat contoh dialog sederhana di kehidupan nyata:
Alex: “Do you know where the library is?” (Apakah kamu tahu di mana perpustakaan?) Budi: “No, I don’t know. But Sarah might know. She reads a lot.” (Tidak, saya tidak tahu…) Alex: “Does she go to the library often?” (Apakah dia sering ke sana?) Budi: “Yes, she does. She goes there every afternoon.” (Ya. Dia pergi ke sana setiap sore).
Dalam percakapan santai di atas, penggunaan grammar sangat konsisten dengan lima aturan yang telah kita bahas.
FAQ: Pertanyaan Seputar Do dan Does
1. Bolehkah menggunakan ‘do’ di kalimat positif untuk penekanan? Boleh! Dalam kondisi tertentu, native speaker menggunakan do atau does di kalimat positif untuk memberikan penekanan emosional (Emphatic Do). Contoh: “I do love you!” (Saya benar-benar mencintaimu!).
2. Apakah aturan ini berlaku untuk subjek benda atau hewan? Tentu saja. Aturannya sama. Hewan atau benda tunggal (satu) menggunakan does. Hewan atau benda jamak (banyak) menggunakan do. Referensi lengkap mengenai aturan tata bahasa subjek tunggal/jamak ini juga sering dibahas secara komprehensif oleh British Council.
3. Butuh waktu berapa lama agar saya lancar menggunakan aturan ini saat berbicara? Jika kamu berlatih menulis dan berbicara setiap hari, otakmu akan terbiasa dengan polanya dalam waktu 1-2 minggu. Untuk mengetahui lebih detail durasi belajar yang ideal, silakan baca artikel panduan kami: Berapa Lama Waktu untuk Lancar Bahasa Inggris?
Kesimpulan
Menguasai penggunaan do dan does bukanlah hal yang menakutkan. Intinya, ingatlah pengelompokan subjeknya (Do untuk I, You, They, We; Does untuk He, She, It), gunakan hanya pada bentuk Simple Present Tense, dan ingat aturan emas: jika sudah memakai does/doesn’t, kata kerja utama wajib kembali ke bentuk awal (Verb 1) tanpa akhiran -s atau -es.
Satu-satunya cara agar aturan ini menjadi insting alamimu saat berbicara adalah dengan banyak berlatih. Buatlah lima contoh kalimat positif, negatif, dan interogatif setiap harinya. Semangat belajar dan jangan pernah takut salah!
