Muhammad Rafi

Home / blog 3 / Muhammad Rafi

“Suatu Hal Yang Berbeda – Meraih Mimpi”

 

Muhammad Rafi

Biologi – Universitas Andalas

Pare, Sabtu (7/10/2017)

 

“Hidup terdiri dari sepuluh persen apa yang terjadi padamu dan sembilan puluh persen bagaimana kau meresponnya” — Lou Holtz

 

Awalnya aku datang ke Pare karena resign dari pekerjaan dan gak ada niat sama sekali untuk belajar IELTS. Datang kesini cuma untuk mengisi waktu luang aja. Hari berganti hari, aku bertemu dengan banyak teman dari seluruh penjuru Indonesia. Akhirnya aku pun terpengaruh oleh teman-teman untuk belajar IELTS. Aku pernah mengambil IELTS di satu lembaga. Yah, sebut saja namanya lembaga “A”. Pertama kali ambil IELTS disana, tapi aku kurang merasa klop. Aku sering merasa bosan dan tiap kali belajar selalu melihat jam, berharap agar pembelajaran segera berakhir dan bisa pulang ke kosan. Yah, itu sedikit pengalaman aku di lembaga bernama “A”. Apapun yang terjadi sebelumnya aku anggap sebagai pengalaman dan proses pembelajaran saja serta berusaha untuk mengambil hikmah agar jangan sampai salah dalam memilih lembaga kembali.

 

“Tuhan membiarkan semuanya terjadi dengan satu alasan. Semua itu adalah sebuah proses belajar dan kamu harus melewati setiap tingkatannya” — Mike Tyson

 

Suatu hari, aku dapat info tentang Mr.Alex Course dari beberapa teman teman dan juga media sosial. Aku mulai mencari tahu tentang lembaga pengajaran IELTS ini serta memutuskan untuk ikut Scoringnya yang diadakan tiap hari Minggu. Aku pengen tahu dulu, bagus gak sih tutornya dalam mengajar, cocok gak sih beliau sama karakter aku, bagus gak sih metode yang dia berikan, ngebosenin atau enggak. Setelah tiap minggu aku ikut scoring, ternyata metode dan konten pengajarannya cocok sama karakter aku dan akupun mudah untuk memahami materi. Beda banget sama tempat les yang lain. Mr.Alex Course punya metode yang menarik dan buat aku jadi cepat dalam memahami pelajaran. Setelah benar-benar merasa yakin dan cocok, akhirnya memilih take course Superintensive di Mr Alex.

 

Selama mengikuti kelas IELTS Superintensive, aku merasa ada suatu hal yang berbeda. Aku selalu fun dan gak pernah bosen. Pernah saat pembelajaran sudah berlangsung selama 3 jam, aku sama sekali gak merasa bahwa waktunya telah habis. Selain itu, ada juga game “Berpacu dalam Melodi”. Game itu seperti ice breaking buat aku. Terkadang udah merasa buntu dan mumet banget, tapi karena game “Berpacu dalam Melodi” tersebut, aku jadi merasa fresh lagi. Futhermore, ada satu hal juga yang berbeda dan sangat menarik disini, tutorku yakni Mr.Alex menjelaskan materi dengan cepat. Tapi aku menyadari bahwa pengajarannya yang cepat itu bukan tanpa alasan. Materi IELTS lumayan banyak dan tugas di buku juga harus terbahas. Jadi semuanya harus serba cepat, efektif dan efisien. Secara tidak langsung, pola pikir tersebut juga menurun ke aku untuk melakukan semuanya serba cepat, berpikir cepat, mengerjakan tugas dengan cepat dan tepat dan melakukan semuanya secara produktif.

 

“Waktu berdiam cukup lama bagi orang-orang yang menggunakannya” — Leonardo Da Vinci

 

Jadwal kelas Superintensive ini juga beda banget, super padet banget deh pokoknya. Rasanya aku cuma bisa bernafas kalau berada di kosan..hehe…Nonton gak bisa, sekedar rehat juga gak bisa. Cuma bisa mandi, sholat, dan tidur malam saja. Selain itu, sisa waktunya selalu aku gunakan untuk mengerjakan tugas dan diskusi dengan teman-teman terkait materi di kelas. Jadi bisa saling mengajarkan dan juga bisa tahu tips dan triks dari teman.

 

Harapannya aku kedepannya, semoga Mr.Alex Course lebih berkembang dan lebih ngetop dari sebelumnya. Ilmu yang aku dapatkan disini berbeda banget dari yang aku dapatkan di tempat lain. And the last, doain aku ya, semoga bulan Oktober ini adalah bulan terakhir aku di Pare dan bisa langsung Real Test serta dapat overall Band 7.0.

Aamiin

 

 

Editor : Juli Trisna Aisyah Sinaga