Riska Fatmawati

Home / blog 2 / Riska Fatmawati

“Tidak Ada Yang Instant – Proses Menggapai Mimpi”

 

Riska Fatmawati

Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan – Universitas Brawijaya

Pare, Selasa (10/10/2017)

“Tujuan menentukan jadi apakah Anda kelak.” – Julius Erving

 

Pada saat awal, aku dapat info mengenai IELTS dari website. Dari situ aku tahu bahwa salah satu syarat untuk study ke luar negeri salah satunya adalah penguasaan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat IELTS. Akhirnya, aku pun memutuskan untuk pergi ke Pare. Motivasi aku datang kesana adalah karena ingin meningkatkan skill bahasa Inggris dan mencari informasi sebanyak mungkin terkait study ke luar negeri. Selain itu juga karena tenaga pengajar di Pare sudah berpengalaman dan biayanya juga lebih murah dari daerah yang lain.

 

Saat di Pare, aku pernah masuk ke suatu lembaga selama 1 bulan. Aku gak tahu lembaga itu seperti apa track record-nya. Setelah 2 pekan mengambil program di Pare, aku bertemu dengan seorang teman dan mendapat info tentang lembaga Mr.Alex Course. Temanku mengatakan bahwa tutor di lembaga tersebut bernama Mr Alex. Beliau memiliki track record yang bagus, background-nya bukan dari jurusan bahasa Inggris, namun bisa improve IELTS dengan Band yang tinggi dan sekarang sedang mendapat beasiswa study S2 di Belanda. Beliau juga bisa meng-improve muridnya dari 0 yang gak tahu sama sekali IELTS menjadi bisa mengerti IELTS dan mendapat Band yang bagus. Aku sangat tertarik dengan info itu dan akhirnya aku memutuskan untuk langsung mendaftar di program Superintensive di Mr.Alex Course.

 

Selama di program Superintensive, aku merasakan hal yang hampir sama seperti saat kuliah, semuanya serba deadliner. Gak terlalu shock sih karena tugas yang diberikan di kuliah juga banyak seperti di program ini. Tapi ada satu hal yang membuat aku jadi agak shock, yakni karena bahasa yang digunakan berbeda dan gak common dari yang biasa digunakan saat kuliah. Jadi nangkep pelajarannya butuh waktu dan juga proses. Selama proses pengajaran, aku merasakan bahwa tutor aku yakni Mr.Alex orangnya fun dan easy-going banget. Materi, metode, tips dan triksnya yang diberikan dalam pengajaran juga sangat bagus. Selain itu, aku juga punya lingkungan positif dimana semua teman sekelasku memiliki tujuan yang sama yakni ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Jadi lebih enak bila berkumpul dengan orang yang sevisi dan bisa saling tukar pengalaman.

 

Saat scoring, aku cukup gak nyangka sih. Soalnya dari lembaga tempat aku menimba ilmu yang sebelumnya, aku cuma bisa dapat Band 4.0 s.d. 5.0. Ternyata setelah dapat materi dan konsep di Mr.Alex Course, aku bisa dapat Band 6.0 saat scoring. Gak nyangka banget deh pokoknya bisa dapat segitu karena soal-soalnya menurut aku lumayan susah. Aku juga pernah dapat Band 4.5. Tapi setelah aku evaluasi, ternyata kesalahannya adalah aku belum cukup memahami konsep. Setelah aku coba pahami kembali materi dan konsep di kosan, akhirnya score ku bisa improve banget. Aku pernah dapat Band 8.0 dua kali dan saat ini pun score aku cukup baik dan stabil. Aku bersyukur banget. Prinsip aku sih semuanya terus berproses, tidak ada yang instant di dunia ini. Mie instant aja ada prosesnya loh, harus direbus 5 menit baru bisa dimakan..hehehe..

“Jangan terjebak dalam kesalahan hidup, di mana Anda mencoba meraih tujuan hidup secara instant sekaligus dan langsung besar, bagaikan aksi sulap yang dapat mentransformasikan khayalan menjadi realita.” – Andrew Wood

 

Aku tahu bahwa Mr.Alex akan balik ke Belanda untuk melanjutkan study-nya. Harapan aku sih semoga Mr.Alex Course bisa tetap berkembang dan ada penerus yang bisa menjadi tutor dalam mengajar di course ini. Semoga kedepannya bisa jadi course yang besar dan bisa membawa anak-anak Indonesia pada mimpinya untuk melanjutkan study ke luar negeri dan kembali ke Indonesia dengan membawa banyak prestasi.

 

Dan pesan aku untuk seluruh pemuda Indonesia, khususnya yang saat ini juga tengah berjuang dalam memburu IELTS adalah tata niat terlebih dahulu. Coba tanyakan pada hati kita apa sebenarnya niat dan tujuan dalam mengambil IELTS, mau dibuat apa dan untuk siapa. Selain itu, kita sebagai pemuda juga harus belajar dengan rajin dan gali informasi dari manapun itu. Informasi itu gak hanya dari diri kita sendiri dan dari internet yang kita baca, tetapi juga dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Tetap belajar, nikmati prosesnya apa pun itu dan percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang instant.

 

 

Editor : Juli Trisna Aisyah Sinaga