Hadi Saputro

Home / blog 2 / Hadi Saputro

“Teruslah Bergerak dan Nikmati Prosesnya – Menggapai Mimpi”

 

Hadi Saputro

Ilmu Komputer – Universitas Indonesia

Pare, Rabu (4/10/2017)

 

“Mimpi akan selalu menjadi bunga tidur dalam hidupmu terkecuali kamu bergerak hari ini untuk mewujudkannya.”

 

Awalnya saya datang ke Pare karena ingin jauh dari hiruk pikuk Jakarta. Saya dulu kuliah di Jakarta dengan segala aktivitas dan kegiatan yang juga sering terpusat disana. Jadi ingin mencari suasana baru sekaligus keluar dari zona nyaman. Selain itu, biaya di Pare lebih terjangkau dari biaya di kota besar lainnya, khususnya Jakarta.

Saat di Pare, saya sebenarnya sedikit bingung mau masuk ke lembaga apa. Tetapi, tiba-tiba saja saya mendapatkan informasi tentang seminar beasiswa dari Mr.Alex hari Minggu pada bulan Agustus akhir. Saya sangat tertarik untuk mengetahui langsung bagaimana cara mendapatkan beasiswa LPDP dan LOA dari kampus luar negeri. Disisi lain, saya juga ingin melihat secara langsung simulasi dan metode dan pengajaran yang akan diberikan. Ternyata setelah mengikuti seminar, saya lihat metodenya asyik dan sepertinya akan lebih cocok untuk saya terapkan. Akhirnya saya langsung mendaftar di Mr.Alex Course.

 

Selama mengikuti pengajaran di Mr.Alex Course, saya mendapatkan banyak sekali ilmu. Di awal pekan, pengajarannya lumayan longgar karena mungkin masih masa penyesuaian terhadap konsep, konten dan metode pengajaran. Namun ternyata dipekan ke-dua, kegiatannya penuh dan padat seharian karena ujian dan FGD (Forum Group Discussion). Terkadang pernah mengeluh juga karena terlalu padat. Namun, saya percaya bahwa “emas takkan pernah menjadi cincin dan perhiasan berharga lainnya apabila tidak dipukul, ditimpa, dan ditempah dalam proses pembuatannya”. Yah, terkadang proses itu memang pahit dan menyakitkan, namun percayalah bahwa hasilnya nanti manis melebihi madu.

 

Kegiatan yang sangat padat itulah yang menempah saya sehingga terus berproses ke tingkat yang lebih baik setiap harinya, khususnya pada bagian Reading dan Listening IELTS. Yah, mungkin karena bagian tersebut merupakan pelajaran teoritis. Asalkan kita familiar dengan Reading dan Listening dalam bahasa Inggris dan kita tahu konsep serta strategi dalam pengerjaannya, maka akan mendapatkan hasil yang maksimal. Berbeda halnya dengan Writing dan Speaking IELTS yang notabenenya bukan pelajaran teoritis. Writing dan Speaking adalah tipe pengujian bahasa Inggris aktif sehingga dibutuhkan cukup banyak latihan dan juga pengetahuan konsep yang sangat mendalam untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

 

Saya belum pernah mengikuti program dan scoring IELTS sebelumnya. Pengetahuan terhadap Listening dan Reading IELTS saya dapatkan saat mengikuti seminar beasiswa yang diselenggarakan oleh Mr.Alex Course. Saat itu, saya hanya mendapatkan Band 5.5 untuk Listening dan Band 5 untuk Reading. Namun setelah mengikuti kegiatan pembelajaran di Mr.Alex Course, score saya menjadi semakin melejit. Untuk Listening, saya berhasil stabil di Band 7-7.5 dan untuk bagian Reading stabil di Band 6.5-8.0.

 

Peningkatan nilai Reading IELTS tersebut saya dapatkan setelah mendapatkan materi dari course seperti bagaimana menyelesaikan passage, strategi dan juga time management dalam pengerjaan soal. Dalam melatih kemampuan Listening, cara terbaik bagi saya adalah dengan nonton film English namun tidak memakai subtitle dan juga listening podcast berbagai tema. Namun, semua yang saya lakukan juga membutuhkan waktu dan proses. Yang terpenting adalah menikmati setiap proses yang ada sehingga menjadi salah satu jalan untuk terus belajar.

 

Last but not least, harapan saya bagi Mr.Alex Course adalah semoga lebih baik dan lebih bermanfaat untuk setiap member-nya.

 

Dan pesan saya bagi seluruh pemuda di Indonesia, khususnya yang saat ini juga tengah berjuang dalam menaklukkan IELTS adalah “Kamu tidak pernah tahu bagaimana hidupmu esok jika kamu menyerah dan berhenti belajar hari ini. Teruslah maju dan lakukan yang terbaik karena kesuksesan adalah buah manis terbaik yang selalu dipupuk dengan semangat dan optimis serta menunggu untuk dipanen diakhir usaha.”

 

Editor : Juli Trisna Aisyah Sinaga